Pada tahun 2010 sampai 2020 akan terjadi perkembangan
luar biasa dalam penerapan nanoteknologi di dunia industri. Hal ini menandakan
bahwa dunia saat ini sedang mengarah pada revolusi nanoteknologi.
Pertama kali konsep nanoteknologi
diperkenalkan oleh Richard Feynman pada sebuah pidato ilmiah yang
diselenggarakan oleh American Physical Society di Caltech (California Institute
of Technology), 29 Desember 1959 dengan judul “There’s Plenty of Room at the
Bottom”. Pada tahun 1980an definisi Nanoteknologi dieksplorasi lebih jauh lagi
oleh Dr. Eric Drexler melalui bukunya yang berjudul “Engines of
Creation: The coming Era of Nanotechnology”. Nanoteknologi adalah pembuatan dan penggunaan materi
atau alat pada ukuran sangat kecil. Materi atau alat ini berukuran antara (1 –
100) nanometer (1
nm = 10-9 meter). Dengan nanoteknologi, material dapat disusun dalam
orde atom-per-atom atau molekul per-molekul sedemikian ruplah satu bidang nanoteknologi yang sedang banyak
dikembangkan adalah pembuatan nanofiber. Nanofiber adalah salah satu hasil temuan kimia
yang mendapat perhatian khusus karena potensi pemanfaatannya yang begitu luas
pada berbagai bidang. Nanofiber
adalah serat yang mempunyai diameter
kurang dari 100 nanometer. Ukuran nanofiber jauh lebih kecil dibandingkan dengan rambut manusia.
Pembuatan
nanofiber dapat dilakukan dengan cara electrospining dengan
alat electrospun yang menggunakan sumber elektrik untuk
membentuk suatu garis-garis halus (fiber) dalam ukuran nano dari suatu cairan.
Proses ini sangat menarik untuk membuat biomaterial polimer menjadi nanofiber. Nanofiber hasil electrospinning memiliki
karakteristik yang menarik dan unik, seperti: luas permukaan yang lebih besar
dari volume, memiliki sifat kimiawi, konduktivitas, dan sifat optik tertentu.
Electrospining adalah proses yang relatif cepat, sederhana, dan murah dalam
menghasilkan nanofiber dan teknik ini dapat menghasilkan nanofiber yang
cukup panjang. Cara membuat serat nano adalah bahan
polimer dilarutan pada pelarut yang sesuai. Polimer yang sudah dilarutkan lalu
dipintal menggunakan alat electrospun.
Contoh
beberapa polimer dan pelarut yang digunakan terdapat pada tabel berikut :
|
NO.
|
POLIMER
|
PELARUT
|
|
1.
|
Nilon 6,
Nilon 66
|
Asam formiat
|
|
2.
|
Poliakrilonitril
|
Dimetil formaldehida
|
|
3.
|
Polystiren
|
DMF/ Toluena
|
|
4.
|
Nilon-6-co-poliamida
|
Asam formiat
|
|
5.
|
Polibenzimidazol
|
Dimetil asetanda
|
Nanofiber memiliki aplikasi yang sangat menguntungkan dalam proses
filtrasi karena memiliki luas permukaan yang lebih besar dan mikropori yang
lebih kecil. Nanofiber ini sangat cocok untuk menyaring partikel-partikel submikron
dari air ataupun udara, karena ukuran-ukuran fiber (serat-serat) yang sangat
kecil, adanya gaya London-Van Der Waals merupakan hal yang penting untuk
terjadinya adhesi antara serat dan bahan yang diserap.
Pesatnya perkembangan penelitian di
bidang nanofiber sekarang ini, disebabkan oleh luasnya penggunaan serat di
berbagai bidang, seperti industri tekstil, teknologi membran untuk
filtrasi, dan masih banyak lagi yang lain.
0 komentar:
Posting Komentar